Transportasi darat akan dapat maju dan berkembang apabila didukung adanya prasarana jalan dan jembatan yang memadai untuk dilalui. Pembangunan jalan yang dilakukan harus diperhatikan keserasian dengan perkembangan transportasi jalan raya, terutama keserasian antara beban dan kepadatan lalu lintas kendaraan dan daya dukung jalan, jaringan jalan di pusat pertumbuhan, pusat produksi dan yang menghubungkan pusat produksi dan pemasaran.
Sesuai perkembangan teknologi dan pembangunan perekonomi,an yang semakin baik, peran jasa angkutan darat yang ditunjang dengan kondisi dan jenis permukaan jalan yang baik perlu ditingkatkan sehingga mobilitas penduduk dan perdagangan antar daerah dapat berjalan lancar.
Pelayanan pada transportasi sungai cukup ideal untuk mendukung peningkatan aksesibilitas kawasan-kawasan terpencil, sehingga sarana angkutan umum masih dibutuhkan bagi pengembangan wilayah Kabupaten Sintang. Antar seberang kota didalam kawasan kota Sintang masih banyak yang menggunakan jasa angkutan sungai, karena relatif lebih murah dan cepat.
Beberapa aspek pertimbangan yang menyebabkan cukup potensialnya sarana angkutan sungai di Wilayah Kabupaten Sintang adalah :
-
Tersedianya sungai-sungai di Wilayah Kabupaten Sintang yang dapat dilayari kapal-kapal bermotor.
-
Investasi yang rendah dalam pengembangan jenis transportasi ini dibandingkan dengan jenis angkutan darat
-
Masyarakat Kabupaten Sintang telah mewarisi secara turun temurun teknologi pelayanan sungai
-
Hampir semua kota kecamatan di Wilayah Kabupaten Sintang umumnya berada disepanjang sungai yang mudah dilalui.
Jalur transportasi yang terdapat di Kabupaten Sintang adalah : Jalan Negara sepanjang 138,26 km ; Jalan Propinsi sepanjang 50,39 km; Jalan Kabupaten sepanjang 773,000km
Untuk membuka isolasi daerah, Pemerintah Kabupaten Sintang mulai tahun Anggaran 2002 mulai membangun jalan dengan pola 642 dimana jalan yang menghubungkan propinsi dengan kabupaten dan antar kabupaten minimal dapat dilalui kendaraan roda enam, jalan yang menghubungkan kabupaten dengan kecamatan dan antar kecamatan minimal dapat dilalui kendaraan roda empat dan jalan yang menghubungkan kecamatan dengan desa dan antar desa minimal dapat dilalui dengan kendaraan roda dua ( Sepeda motor)
Transportasi udara dikembangkan dengan meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan bandara Susilo. Bandara ini berperan sebagai pintu gerbang utama wilayah pembangunan Propinsi Kalimantan Barat
Salah satu indikator ketertinggalan suatu daerah dapat dilihat dari keberadaan insfrastrukturnya, seperti jalan, pelabuhan (Sungai dan darat), air bersih dan telekomunikasi. Sesuai dengan letak geografis Kabupaten Sintang, dalam rangka AFTA atau lebih jauh lagi dalam rangka menyongsong APEC 2020 masih sangat terbuka peluang usaha berupa : Pembangunan jalan di Kawasan Perbatasan, pembangunan jalur kereta api, pembangunan komplek pelabuhan Sungai Ringin, peningkatan kondisi Bandara serta pembangunan jaringan baru telepon konvensional/ telepon selular.
Perhubungan Darat
Sesuai perkembangan teknologi dan pembangunan perekonomian yang semakin mantap, peranan jasa angkutan darat yang ditunjang dengan kondisi dan jenis permukaan jalan yang baik perlu lebih ditingkatkan sehingga mobilitas penduduk dan perdagangan antar daerah dapat berjalan dengan lancar.
Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor yang tercatat pada Polres Sintang sebesar 402,090 dengan jumlah terbesar sepeda motor sebesar 391,218 atau 97,30 persen. Hal ini cukup beralasan mengingat masih kurangnya transportasi di samping merupakan kebutuhan yang mendesak di samping itu juga sepeda motor banyak digunakan oleh sebagian warga untuk banyak keperluan.
Perhubungan Udara
Jumlah penumpang angkutan udara pada tiga tahun terakhir baik yang berangkat maupun yang datang melalui Bandar Udara Susilo Sintang mengalami penurunan bahkan ditahun 2005 penurunanya sangat drastis sampai dengan 50 persen .
|