Kamis, 29 Juli 2010
Sintang.Go.Id
- Guna menyatukan langkah semua instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mengantisipasi terjadi penularan virus H5N1 di wilayah Kabupaten Sintang, Pemkab menggelar rapat khusus yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Drs.H.A. Abdusamad Ismail, M. Si di ruang rapat Sekda Rabu, 28 Juli 2010.
Rapat khusus membahas langkah-langkah antisipasi penularan virus H5N1 tersebut dihadiri oleh Kadis Kesehatan, Kepala Bappeda, Badan Penyuluh, Disperindagkop dan UKM, Dinas Pertanian, Bagian Ekbang, Inkom dan Kesra Setda Sintang.
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Drs.H.A. Abdusamad Ismail, M. Si, Pemkab harus mengambil langkah nyata dalam upaya mengantisipasi penularan virus H5N1 di Kabupaten Sintang baik penularan pada unggas maupun kepada manusia. “memang saat ini untuk penularan pada manusia di Kalimantan Barat belum terjadi. Tetapi untuk pada unggas sudah terjadi. Untuk itu, kita harus bersama-sama menghadapi kejadian ini” jelas Sekda Sintang.
Dalam rapat tersebut, diputuskan beberapa langkah yang diambil oleh Pemkab Sintang guna mengantisipasi penularan virus H5N1 di Kabupaten Sintang. Langkah-langkah tersebut diantaranya pengetatan masuknya ternak unggas dan produknya dari luar Sintang, monitoring kasus,meminta agar pedagang ayam untuk membersihkan truk dan kotak ayam, sosialisasi dan penyuluhan kepada para peternak, pedagang dan seluruh masyarakat. “langkah-langkah itu akan segera kita segera realisasikan di lapangan dan laporkan kepada Gubernur Kalbar.
Kita juga akan membuat surat edaran kepada seluruh camat, kelurahan dan instansi terkait guna melakukan monitoring dan langkah-langkah yang tepat. Kepada seluruh masyarakat kalau ada melihat kasus penularan virus flu burung baik pada unggas dan manusia agar segera melaporkan kepada Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Kerjasama yang baik seluruh masyarakat, para pedagang ayam, peternak dengan Pemkab Sintang tentu sangat membantu suksesnya upaya kita” jelas Beliau.
Sekda menambahkan, ayam potong yang dijual di Kabupaten Sintang kebanyakan berasal dari luar Sintang membuat masyarakat harus waspada dengan penularan virus H5N1. Khusus ayam potong dari Pontianak sudah diinstruksikan oleh Gubernur Kalbar untuk jangan dikirim ke luar Pontianak mengingat virus flu burung sudah terjangkit pada unggas. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Marcus Gatot Budi P M. Kes menjelaskan bahwa virus H5N1 terdapat pada daging ayam, pangkal bulu ayam, kotoran ayam dan cangkang telur ayam. “ayam atau unggas yang terserang virus H5N1 tidak selalu mati.
Ada juga yang masih segar, namun kotoranya mengandung virus flu burung. Itu yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Untuk telur kalau berasal dari Pontianak sangat rawan tertular, namun kalau berasal dari Singkawang kita belum mendapatkan informasi apakah Singkawang bebas flu burung.
Kita minta para peternak dan pedagang ayam untuk selalu membersihkan truk dan kotak ayam pakai sabun. Dengan mencuci pakai sabun saja, virus H5N1 sudah mati. Kita bersama Badan Penyuluh dan Dinas Pertanian untuk segera memasang baliho dan penyuluhan kepada masyarakat, ” jelas dr. Marcus.
Inkom
|