Pengaruh Era Digital Bagi Guru dan Siswa

Pengaruh hubungan Era Digital dengan dunia proses belajar dan mengajar adalah di sebabkan tuntutan global. Dengan demikian menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Hal ini dampaknya berpengaruh pada semakin cepatnya informasi di dalam duni digital. Sementara buku paket juga akkan berubh dengn muatan tehnologi di dalam buku materi. Degan demikian kita guru di haruskan mencari menambah wawasan ilmu, untuk mengimbangi berbagi ilmu kepada siswa. Guru juga membuka informasi terkini serta referensi melalui media digirtal sehingga seorang guru tentunya bisa menggunakan dan mengoperasikan media digital sehingga bisa mengajarkan dan berbagi kepada siswa di media tehnologi digital. Teknologi digital juga dapat bermanfaat terhadap perubahan perilaku manusia termasuk pendidikan dan peserta didik, didalam mencari, mengumpulkan, mendokumentasikan, mengolah dan mentransfer kembali bahan ajar sesuai dengan kebutuhan. Mencampur bahan ajar di dalam proses pembelajaran dengan teknologi digital dapat lebih menarik serta memberikan motivasi belajar, karena mencampur bahan ajar tidak monoton pada teks, tetapi dapat dicampur lebih kreatif dan menarik karena digabungan gambar, audio, video dan animasi, sehingga dapat mempengaruhi perubahan perilaku belajar berkembang dengan lebih baik.  

Dengan demikian guru harus melek tehnologi sangat berpengaruh besar saat ini seperti pendidikan di era meleknya tehnologi membuat pendidikan harus bias berinovasi di dalam antara lain, dilakukan tidak hanya secara formal di sekolah tetapi bisa juga melakukan pendidikan melalui cara lain karna ada tiga jenis pendidikan yang ada di Indonesia yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Informal.  Untuk mencapai hal ini tentunya guru atau pendidk sebagai dibutuhkan soft skill. Guru disnilaah berperan memberi pelajaran kepada siswa untuk menjadi Role model supaya terbuka tentang digital, dalam hal ini dianjurkan untuk memiliki kemampuan menggunakan alat digital dan kecakapan perilaku dalam memandaatkan kecanggihan teknologi supaya melahirkan generasi Z yang berkarakter dan cerdas sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Setelah belajar dari 2 tahun selama covid19 berlangsung kurangan tentu akan lebih baik lagi di perbaiki menggunakan media pembelajaran menuju era digital,

Pada era sekarang, guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif. Guru yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk mendesain pembelajaran kreatif yang memampukan siswa aktif dan berpikir kritis. Guru juga dituntut menjadi inspirasi para siswa dalam menerapkan algoritma berpikir dalam pengembangan diri manusia. Guru di era digital ini memang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Tidak heran di zaman sekarang ini guru dituntut untuk dapat melek terhadap teknologi.

Di Era yang serba digital ini, guru harus memiliki kualifikasi trampil mengoperasikan menggunakan media yang ada , agar peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan. bervariasi , menarik dan bermakna. Guru setidaknya dapat membuat program program mengajar yang di sampaikan melalui media yang sederhana seperi whatsapp atau menggunakan media yang ada di area digital saat ini. Tujuannya agar menarik perhatian siswa sehingga siswa terfokuskan pada tugas dari gurunya. Guru juga dituntut untuk terampil membuat media pembelajaran yang menarik, mampu memanfaatkan media sosial dalam konteks pendidikan, terampil menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan, mampu berbahasa asing, dan bergabung dengan komunitas sesama pendidik. Untuk bias Bertukar informasi sesame guru yang sudah terampil.agar bias mentransfer ilmu kepada siswa di dalam pengajaran walau tatap muka berlangsung.sehingga materi pada karena siswa mempunyai referensi yang di anjurkan oleh gurunya sesuai dengan silabuas atau indicator yang di capai siswa serta , dapat menggunakan contoh atau latihan lebih banyak untuk mencapai kepahaman dalam materi.

Stategi yang di rasa di era digital adalah merubah cara berpikir siswa dan guru menjadi lebih banyak pengetahuan referensinya selain buku yang ada di perpustakan , siswa juga sudah di anjurkan memmbuar resensi ini adalah salah satu pengaruh untuk berfokus menggunakan media tulis di hp atau laktop sebagai sarana kreasi dlam memahami bacaan, kebiasaan tersebut membuat siswa biasa membaca lewat media era digital di tuangkan ke dalam tugas merensensi atau kebiasaan senang membaca membangun nalar siswa untuk lebih banyak berbuat ke pendidikan dan rajin membaca sehingga cara berpikir dan bertindak mereka berbeda. Hal ini juga terjadi saat mengajar atau pertama di lakukan adalah Siswa disekolah pada era digital saat ini adalah generasi yang disebut dengan generasi digital native, sedangkan gurunya adalah generasi digital immigrant. Dimana seorang pengajar harus memaksa untuk mengetahui model mengajar yang tepat bagi siswa saat ini di gunakan . Tentunya ada banyak perbedaan signifikan dari dua generasi ini. Perbedaanya tidak hanya terletak pada bagaimana penguasaan dan pemanfaatan teknologi digital saja, namun cara berfikir dan bertindak mereka juga sangat berbeda.

Masalah Fokus pada perubahan pedagogi, bukan teknologi. adalah tentang mengubah secara dramatis hubungan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran bukan sekedar menerapkan teknologi terbaru. Persiapkan pembelajaran dengan benar dan gunakan teknologi untuk menghadirkan lingkungan belajar yang kolaboratif,  sesuai kebutuhan, dan berfokus pada siswa.

Tantangan yang di hadapi adalah masalah kemampuan menggunakan tehnologi kearah yang positif , selain itu pengorbannan di dalam pembiayaan tentunya bertambah.serta besarnya biaya untuk mendapatkan akses internet, membeli kuota serta sulitnya sinyal. Atau jaringan internet yang masih terbatas . Sekolah tidak menyediakan jaringan wf karena terbatas penggunaan bagi siswa saat belajaar di sekolah saat belajar mencari perpustakaan atau literasi di internet. tidak ada jaringan internet atau internet yang lambat. Keterbatasan biaya/anggaran siswa. Harga kuota yang mahal. Terbatasnya akses ke perangkat komputer dan smartphone. Banyaknya gangguan di rumah sehingga pembelajaran tidak fokus.Selain itu Guru dan siswa belum terlalu mahir menggunakan teknologi digital. Sulit untuk interaktif. Kebiasaan siswa bermain-main/kurang serius. Saat menggunakan androit dan kurang pahamnya pungsi di berikannya androit. Menjelasakan transpormsi ilmu yang benar sesuai harapan dalam bekal sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sehingga mempunyai nilai yang terukur di dalam kurikulum..

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan adalah dengan penerapan  pembelajaran secara online di antaranya dengan konsep e-learning. Konsep yang dikenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvesional ke bentuk digital, baik secara isi dan sistemnya. Dalam kegiatan ini saya melakukan metode  pelatihan, demonstrasi, praktik dan pendampingan dalam penerapan e-learning salah satunya yaitu menggunakan geogle class room sebagai sarana yang mudah di gunakan guru dalam menyampaikan materi sebagai media pembelajaran. Dengan adanya e-learning ini dapat  meningkatkan keefektifan, pemahaman serta pengetahuan dan ketarampilan guru dan siswa dalam menggunakan sistem pembelajaran online. Alasan lain adalah pemelajaran di eradigital juga memberikan kelebihan kelebihan bagi siswa seperti materi dapat di akses dengan cepat , biaya terjangkau, waktu belajar lebih fleksibel, menambah wawasn kapan pun biasa ,tapi tetap dalam tugas yang di berikan guru sesuai indicator materi pengajaran .Bila di biarkan akan menimbulkan kebebasan dalam menerima transpormasi atau menerima informasi yang saat ini banyak ke tidak sesuaian.untuk siswa. Pembinaan yang terarah adalah bagian dari menghindari kesalah fahaman memahami materi di media maya , tidak semua siswa cepat faham atau mengerti akan penyampaian materi. Kesempata meniru tanpa menalaah juga akan terjadi, bila mencontoh jawaban tanpa memahami bacaan terlebih. dahulu., Ada saat tertentu siswa lalai dalam penggunaan gawai yang tidak terkontrol menyimpang dalam belajar seperti membuka materi yang tidak sesuai karena kurang proteksi dari pengawasan orang tua.. Wawasan yang luas menjadi sempit karena siswa asik dengan game yang ada di media online.. perlu nya pengawasan dari orang tua. Bahkan siswa saat mengumpulkan materi lupa akan laporan tugasnya. Pada saat inilah guru di era digital untuk memprotek pemberian materi yang sesuai dengan kurikulum setidaknya siswa biasa mendapatkan pembelajaran kearah yang positif. Sesuai dengan kompotensi dasar, silabus dan indicator indicator pengajaran dari sekolah. Juga bagian terpenting di Era Digital. Dengan demikian  Teknologi dalam dunia pendidikan adalah suatu sistem yang dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran sehingga tercapai hasil yang diinginkan.

Oleh : Daliasma R , SPd (Guru Muda di SMP NEGERI 3 SINTANG)