Diseminasi Audit Kasus Stunting Wilayah Puskesmas Sungai Durian sebagai Wujud Komitmen Turunkan Angka Stunting

Diseminasi Audit Kasus Stunting Wilayah Puskesmas Sungai Durian sebagai Wujud Komitmen Turunkan Angka Stunting

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kab. Sintang menyelenggarakan audit kasus stunting wilayah Puskesmas Sungai Durian di Aula Bappeda Kab. Sintang, pada tanggal 22 Mei 2024.

dr. Syarifah Prita, Sp.A sebagai dokter spesialis anak, Noverita Siboro, S.Psi sebagai pakar psikologi dan Adi Sulistyanto S.SiT., M.Kes pakar spesialis gizi dihadirkan dalam kegiatan audit kasus stunting sebagai pakar ahli dalam menanggapi kasus stunting di wilayah Puskesmas Sungai Durian.

Perwakilan Puskesmas Sungai Durian menyajikan data bahwa ada 4 kasus balita stunting dan 8 kasus pada ibu hamil.

Dari 4 kasus balita stunting memiliki riwayat penyakit diantaranya ISPA, batuk pilek, diare, demam, pembengkakan kelenjar di leher, hingga pernah dirawat inap karna mengidap Pneumonia.

“Setelah tes dan identifikasi pada kasus dilakukan analisa kasus dengan cara medical problem & non medical problem,” ujar dr Prita

dr. Syarifah Prita, Sp. A memaparkan bahwa analisa kasus dengan cara medical problem, ditemukan balita dengan perawakan pendek, suspect TBC Paru sehingga perlu solusi berupa rontgen thorax, cek darah, dan mengoptimalkan status gizi dan kesehatan.

“Sementara non medical problem juga cukup penting karena ditemukan kebanyakan orangtua perokok aktif, pendidikan orang tua rendah, sanitasi yang kurang baik, sumber air yang kurang bersih, sehingga diperlukan pemecahan masalah berupa konseling dan edukasi ke keluarga,” tegas dr. Prita

Noverita Siboro, S.Psi sebagai pakar spesialis psikolog juga memaparkan bahwa pada kasus ibu hamil yang beresiko stunting terjadi karena beberapa hal diantaranya menikah muda, tekanan dan masalah di lingkungan keluarga.

“Karena berkaitan dengan psikologi, pada kasus ibu hamil ditemukan penyebabnya ada masalah dan tekanan dari keluarga Sehingga ada kecemasan dan stres yang mengganggu kesehatan janin,” paparnya

Pemecahan masalah yang bisa dilakukan ke ibu hamil bisa melalui konseling keluarga, dukungan sosial dengan bertemu sesama ibu hamil, dan edukasi tumbuh kembang anak dan kehamilan.

Sebagai ahli gizi, Adi Sulistyanto, S.SiT., M.Kes juga berharap penanganan dan solusi dari dokter anak dan ahli psikologi harus beriringan dengan pemahaman pemenuhan gizi pada balita dan ibu hamil.